Website GKI Bintaro Jakarta

GKI Bintaro Jakarta

Perjalanan 25 tahun GKI Bintaro dimulai jauh lebih lama dari umurnya. Di sebuah desa di perbatasan Tangerang (Banten) dengan Jakarta, bernama Bintaro. Sarana dan fasilitas pemukiman baru ini masih sangat terbatas. Jalan – jalan belum beraspal dan aliran listrik juga belum masuk. Angkutan umum yang melayani keperluan transportasi di daerah ini masih sedikit bahkan pada malam hari sama sekali tidak ada.

Tuhan meletakkan bibit persekutuan melalui kegiatan – kegiatan di kerukunan Remaja Bintaro Club (RBC), berupa kegiatan social, perayaan natal, Paskah dan Lebaran. Remaja Bintaro Club sendiri bersifat umum, bukan milik agama tertentu, tapi inilah yang merupakan cikal bakal persekutuan. Pernah suatu kali diadakan drama Natal dan yang terlibat dalan drama tersebut ada juga yang diluar pemeluk agama Kristen sebagai pembuat naskah dan pelakon. Antara tahun 1968 – 1973, Departemen Sosial republic Indonesia membangun kompleks perumahan untuk karyawannya di desa Bintaro. Dari situ kemudian muncul Ikatan Keluarga Kompleks Departemen Sosial (IKK Depsos) yang beranggotakan para penghuni pemukiman baru tersebut. Sebagai wadah social yang lebih besar, IKK lalu turut mendujkung kegiatan – kegiatan yang dilselenggarakan oleh RBC. Hubungan yang terjalin antara IKK dan RBC membuat suasana persaudaraan, antara lain antar pemeluk agama yang berbeda, terjalin erat.

Diantara warga beragama Kristen di kompleks perumahan Depsos kemudian tumbuh kerinduan untuk bersekutu. Persekutuan tersebut mengadakan kebaktiannya yang pertama pada tanggal 6 November 1973, di rumah salah satu anggota persekutuan. Acara yang dihadiri sekitar 10 orang karyawan Depsos dan keluarganya itu menandai berdirinya Persekutuan Umat Kristen Protestan Komplkes Depsos Bintaro (PUKPKDB).

PUKPKDB melalui kaum ibunya menyelenggarakan Persekutuan Doa Pagi setiap hari Senin subuh mulai jam 4 pagi. Kebaktian Minggu da kebaktian lainnya dilaksanakan oleh para pengurus atau pendeta dari gereja-gereja disekitar Bintaro dirumah anggota secara bergiliran. Sekolah Minggu untuk anak-anak mulai diadakan dengan mengambil tempat di Sekolah Taman kanak-kanak “TatTwam Asi” di Kompleks Departement Sosial Bintaro.

Persekutuan kecil ini terus berkembang dan anggotanya pun bertambah. Pada April 1974 perayaan Paskah pertama dilaksanakan di lapangan komplkes Depsos (sekarang menjadi lapangan Basket, depan Mesjid Depsos). Waktu itu, anggota persekutuan sudah mencapai 15 KK. Mereka merupakan anggota berbagai denominasi gereja, antara lain; HKBP, GPIB, GKJ, Gereja Toraja, Gereja Bethel dan lain-lain. Setelah pereayaan Paskah tahun 1974, terbentuklah Seksi Pemuda pada tanggal 29 April 1074, yang hingga sekarang diperingati sebagai HUT Komisi Pemuda.

Letak Desa Bintaro yang terpencil serta sarana transportasi yang terbatas membuat anggota PUKPKDB Bintaro kesulitan untuk menghadiri ibadah di gereja masing-masing secara teratur. Di lain pihak, belum ada gereja di kawasan baru tersebut. Kenyataan itu, serta kerinduan mereka untuk bersekutu dan beribadah, membuka jalan bagi terbentuknya wadah beribadah permanen di Bintaro.

Pada tanggal 23 Juni 1974, Bpk A.M. Pasila sebagai coordinator persekutuan menyediakan tempat di rumahnya untuk dipakai dan dinamakan Pondok Kerukunan. Tempat ibadah itu berdiri pada sebidang tanah yang letaknya memanjang dari dapur hingga ke rumah koster. Perkembangan tersebut diberitahukan kepada Kepala Desa Bintaro melalui surat tanggal 8 Agustus 1974. Pondok Kerukunan, oleh pemerintah Jawa Barat hanya diberi ijin pemutihan bukan ijin mendirikan bangunan.

PUKPKDB merupakan persekutuan jemaat Kristen pertama yang terdaftar di Kelurahan Bintaro, Kabupaten Tangerang, Jawa Barat. Keberadaan persekutuan ini diterima dengan sangat baik oleh penduduk asli dan jemaat pendatang. Cukup banyak kegiatan diselenggarakan dalam bentuk kerjasama dengan warga sekitar. Salah satunya adalah pada saat renovasi gedung sekolah SDN 02 dan 011 Bintaro yang dikepalai Bpk. Muhidin. Karena ketiadaan ruangan belajar, para murid sempat menggunakan Pondok Kerukunan dan sebagian lain menggunakan garasi rumah keluarga Bpk. Markus Lande sebagai sekolah sementara. Selain itu, juga pernah diadakan Program Penghijauan penanaman pohon bersama di sepanjang jalan dan kompleks Depsos, bersama pihak Kelurahan Bintaro. Ketika pemerintah daerah DKI Jakarta melakukan pemekaran wilayah Kotamadya Jakarta Selatan, Desa Bintaro menjadi sebuah keluarahan dalam Kecamatan Kebayoran Lama, DKI Jakarta. Pada saat itulah kemudian dilakukan pemugaran bangunan Pondok Kerukunan.

Di tahun-tahun kemudian, persekutuan berjalan tanpa bentuk gerejani tertentu. Ditengah Badan Pembina Kerohanian PUKPKDB sendiri terdapat tiga macam pendapat:

  1. Anggota persekutuan tetap berafiliasi, menjadi anggota dan menerima sakramen gereja masing-masing.
  2. Pondok Kerukunan dikembangkan dalam bentuk Gereja Oikumene yang tidak berafiliasi pada satu gereja melainkan berada di bawah asuhan DGI. Untuk pelayanan sakramen, akan dimintakan bantuan gereja-gereja anggota DGI.
  3. Berbentuk gereja yang dipersiapkan melembaga menjadi jemaat Kristen dewasa, dimana dilaksanakan pemberitaan firman yang murni, pelayanan sakramen baptis, perjamuan kudus, penggembalaan pastoral yang terarah. Untuk itu, pembinaan dan pelayanan menuju bentuk gereja dewasa.

Dalam rapat tanggal 6 November 1974, Badan Pembina Kerohanian memilih bentuk gerejani yang ketiga, yaitu menyerahkan pembinaan dan pelayanannya kepada Majelis Jemaat Gereja Kristen Indonesia Kebayoran Baru. Keputusan tersebut segera disampaikan kepada Sidang Jemaat, kemudian rencana itu diterima dan disetuji untuk segera diproses lebih lanjut.

MENGAPA GKI

Muncul pertanyaan mengapa dari sekian banyak denominasi, PUKPKDB justru memilih GKI. Padahal anggota PUKPKDB saat itu tak ada seorangpun yang berasal dari GKI. Hal ini cukup unik karena biasanya suatu jemaat yang muncul dari persekutuan adalah bagian dari suatu gereja di tempat lain. Tetapi GKI Bintaro dibentuk oleh Tuhan dari keinginan jemaatnya akan suatu pengajaran yang netral. Para jemaat pertama merindukan pengajaran yang tidak terikat pada akar budaya tertentu sehingga lebih mudah disosialisasikan dan diterima. Karena itu, GKI Kebayoran Baru yang merupakan anggota PGI diminta untuk melayani persekutuan ini.


GKI BINTARO JAKARTA

  • Jl. Pongtiku No.2 Bintaro Permai 2
    Jakarta Selatan 12330
  • Telp. (021) 7388 5403
  • Fax. -

JADWAL KEBAKTIAN

  • Kebaktian Umum : 08.00 WIB | 17.00 WIB
  • Kebaktian Sekolah Minggu : 08.00 WIB
  • Kebaktian Remaja : 08.00 WIB

AGENDA KEGIATAN

KATERGORI BERITA

KATERGORI ARTIKEL

BANNER

POLLING

    Apakah keberadaan Website GKI Bintaro Jakarta cukup memberikan informasi ?
    Baik
    Cukup
    Kurang
    Sangat Kurang

STATISTIK PENGUNJUNG

    017701

    Pengunjung hari ini : 37
    Total pengunjung : 17701
    Hits hari ini : 171
    Total Hits : 48390
    Pengunjung Online : 1
Copyright © 2013. GKI Bintaro Jakarta. Designed by tanihatoe