Loading...
  • slidebg2

    Galatia 5 : 13

    Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka

  • slidebg3

    Galatia 5 : 1

    Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita.

  • slidebg3

    Roma 6 : 22

    Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah
    yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal

  • slidebg3

    Yohanes 11 : 25

    Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan
    itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.

  • slidebg3

    Yohanes 8 : 36

    Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka




MARIA DAN ELISABET ADALAH PEREMPUAN-PEREMPUAN PILIHAN

2019-03-16 17:32:13
Posted by: admin

Lukas 1:39-45

Mari kita simak ungkapan kegembiraan Elisabet ibu Yohanes Pembaptis di dalam Lukas 1:43-45 “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."

 

Ada beberapa hal menarik, pertama pernyataan Elisabet ‘siapakah aku ini...?’ ini merupakan ungkapan kerendahan hatinya. Ia merasa tidak layak dikunjungi oleh Maria yang Elisabet ketahui secara iman sebagai MATER DEI (ibu Tuhan). Kedua, ia menyebut Maria ibu Tuhan, ini merupakan gelar yang tidak lazim dan sangat luar biasa. Elisabet yang merendahkan diri, sekaligus yang menyanjung tinggi orang lain.

 

Kedua perempuan itu adalah orang-orang beruntung, sangat beruntung bahkan tepat kalau disebut sebagai orang-orang yang berhutang budi. Elisabet yang mandul akhirnya mengandung dan melahirkan. Maria yang belia dan belum bersuami, juga dipilih-Nya sebagai bagian rencana keselamatan Allah kepada dunia. Mereka dipilih-Nya, Tuhan berkenan kepada mereka padahal apa istimewanya mereka? Mungkin karena ketidakistimewaannya itulah, maka Tuhan memilihnya, menerimanya.

 

Anda juga orang-orang yang seperti Elisabet dan Maria, di hadapan Tuhan kita dipilih-Nya bukan karena istimewa dan spesial. Namun karena salah dan dosa-dosa, sejatinya kita tidak berkenan kepada-Nya namun Tuhan tetap menerima kita. Dengan demikian, apapun, siapapun adalah persembahan yang berkenan bagi Tuhan, jangan ragu-ragu untuk mengungkapkan syukur. Amin

LATEST NEWS