Loading...
  • slidebg2

    Galatia 5 : 13

    Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka

  • slidebg3

    Galatia 5 : 1

    Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita.

  • slidebg3

    Roma 6 : 22

    Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah
    yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal

  • slidebg3

    Yohanes 11 : 25

    Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan
    itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.

  • slidebg3

    Yohanes 8 : 36

    Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka




EMAS, KEMENYAN DAN MUR, PERSEMBAHAN ISTIMEWA UNTUK JURUSELAMAT DUNIA

2019-03-16 17:32:08
Posted by: admin

Matius 2:1-12

Dalam karya lagunya Katherine K. Davis (1941) seorang guru di the American classical music composer, yang berjudul Little Drummer Boy merefleksikan demikian : “Little baby, Pa rum pum pum pum. I am a poor boy too, Pa rum pum pum pum. I have no gift to bring, Pa rum pum pum pum. That's fit to give our King, Pa rum pum pum pum, Rum pum pum pum, Rum pum pum pum” nyanyian tersebut ingin menunjukkan bahwa Tuhan yang menjadi manusia, bahkan bukan manusia superior sebab datang sebagaimana umumnya manusia dilahirkan dari seorang perempuan, adalah Tuhan yang berkenan kepada semua persembahan umat-Nya. Asalkan didasari ketulusan, maka semua persembahan umat manusia adalah kemuliaan bagi Sang Bayi Kudus.

 

Demikian juga dengan persembahan dari harta dan kekayaan yang kita miliki, tetap tidak berarti lebih istimewa! Tuhan bukan Tuhan yang mulia karena pemberian manusia, namun Dia mulia karena eksistensi-Nya sendiri. Tuhan tidak semakin luar biasa, atau semakin nista dengan apa yang manusia berikan. Tuhan tetap mulia adanya. Dan Dia melihat hati, inilah yang dimaksudkan dengan “Persembahan dilihat dari kualitasnya, bukan kuantitasnya. Persembahan terbaik bukan dari kelebihan kita, namun yang terbaik dari kekurangan kita.”

 

Ketika para Majus mengungkapkan syukurnya seperti yang dicatat di dalam Matius 2:10-11 “Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.” Barang-barang itu berharga mahal di jamannya. Para Majus adalah perlambang orang-orang kaya dan memiliki semangat luar biasa. Mereka memiliki yang terbaik, dan yang terbaik itulah yang mereka nyatakan. Apakah yang terbaik dari diri kita? Dan sudahkan dipersembahkan kepada Dia dengan setulus hati? Amin.

LATEST NEWS