Loading...
  • slidebg2

    Mazmur 16 : 10

    Sebab Engkau tidak membiarkan aku mati; orang yang Kaukasihi tidak Kau biarkan binasa.

  • slidebg3

    Yohanes 11 : 25

    Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.

  • slidebg3

    Matius 28 : 10

    Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, a supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.



Renungan


MARIA DAN ELISABET ADALAH PEREMPUAN-PEREMPUAN PILIHAN
2019-03-16 17:32:13

Lukas 1:39-45

Mari kita simak ungkapan kegembiraan Elisabet ibu Yohanes Pembaptis di dalam Lukas 1:43-45 “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."

 

Ada beberapa hal menarik, pertama pernyataan Elisabet ‘siapakah aku ini...?’ ini merupakan ungkapan kerendahan hatinya. Ia merasa tidak layak dikunjungi oleh Maria yang Elisabet ketahui secara iman sebagai MATER DEI (ibu Tuhan). Kedua, ia menyebut Maria ibu Tuhan, ini merupakan gelar yang tidak lazim dan sangat luar biasa. Elisabet yang merendahkan diri, sekaligus yang menyanjung tinggi orang lain.

 






Read More

EMAS, KEMENYAN DAN MUR, PERSEMBAHAN ISTIMEWA UNTUK JURUSELAMAT DUNIA
2019-03-16 17:32:08

Matius 2:1-12

Dalam karya lagunya Katherine K. Davis (1941) seorang guru di the American classical music composer, yang berjudul Little Drummer Boy merefleksikan demikian : “Little baby, Pa rum pum pum pum. I am a poor boy too, Pa rum pum pum pum. I have no gift to bring, Pa rum pum pum pum. That's fit to give our King, Pa rum pum pum pum, Rum pum pum pum, Rum pum pum pum” nyanyian tersebut ingin menunjukkan bahwa Tuhan yang menjadi manusia, bahkan bukan manusia superior sebab datang sebagaimana umumnya manusia dilahirkan dari seorang perempuan, adalah Tuhan yang berkenan kepada semua persembahan umat-Nya. Asalkan didasari ketulusan, maka semua persembahan umat manusia adalah kemuliaan bagi Sang Bayi Kudus.

 

Demikian juga dengan persembahan dari harta dan kekayaan yang kita miliki, tetap tidak berarti lebih istimewa! Tuhan bukan Tuhan yang mulia karena pemberian manusia, namun Dia mulia karena eksistensi-Nya sendiri. Tuhan tidak semakin luar biasa, atau semakin nista dengan apa yang manusia berikan. Tuhan tetap mulia adanya. Dan Dia melihat hati, inilah yang dimaksudkan dengan &ldqu






Read More

LATEST NEWS