Loading...
  • slidebg2

    Galatia 5 : 13

    Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka

  • slidebg3

    Galatia 5 : 1

    Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita.

  • slidebg3

    Roma 6 : 22

    Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah
    yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal

  • slidebg3

    Yohanes 11 : 25

    Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan
    itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.

  • slidebg3

    Yohanes 8 : 36

    Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka



Warta GKI Bintaro

No.42, th. XXXVII: Minggu, 18 Agustus 2019

 

“BANGUNLAH JIWANYA, BANGUNLAH BADANNYA”

Tema minggu ini merupakan penggalan syair lagu Indonesia Raya. Dikatakan “Bangunlah badannya, bangunlah jiwanya, untuk Indonesia Raya’. Dalam penjelasannya dikatakan maksud syair itu ingin mengingatkan agar seluruh warga negara Indonesia meningkatkan kualitas dirinya tidak saja jasmaninya namun juga pemikirannya. Artinya sehat jiwa dan raga, sebab jika dipisahkan maka tingkat kemampuannya tidak utuh. Contoh banyak kita jumpai orang-orang yang sehat kuat namun menjadi pengemis, atau sebaliknya orang-orang yang cerdas namun malas berkarya sebab sakit-sakitan. Negara akan maju jika jiwa raga sama-sama baiknya.

Dengan demikian setiap warga negara harus difasilitasi untuk meningkatkan seluruh sumber daya dalam dirinya. Contoh sederhana negara perlu mempersiapkan pendidikan yang baik sekaligus lapangan-lapangan untuk olahraga. Selain itu makna “Mencerdaskan kehidupan bangsa” adalah cerdas jasmani dan rohani, cerdas fisik dan psikisnya. 1 Timotius 4:8 “Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” Nasihat untuk Timotius ini sejiwa dengan tema di atas.

Kedua aspek diperhatikan, dibina dan ditingkatkan kualitasnya. Memfokuskan diri hanya salah satu diantaranya akan mengurangi esensinya. Contoh fokus hanya pada ibadah maka orang tersebut akan kehilangan momentum untuk menjadi berkat bagi orang yang membutuhkan pertolongan. Demikian juga sebaliknya, fokus pada aspek jasmani maka ia akan jauh dari Tuhannya dan itu persoalan yang lebih buruk. Mari membangun manusia seutuhnya untuk Indonesia yang lebih maju sekaligus luar biasa dalam segala hal.

Amin